Pesantren Fathul Ulum menekankan santri untuk hafal Al-Qur’an dan juga mewajibkan bagi santri yang menetap disana untuk bisa berbicara bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Kebijakan ini diambil pasalnya kedua bahasa itu sangat dibutuhkan di zaman sekarang termasuk diera yang akan datang. Jika santri tidak dibiasakan sejak dini, maka nanti setelah dewasa akan ditinggal oleh zamannya, santri wajib untuk berbahasa asing selama 4 (empat) hari dalam seminggu. Dalam hari-hari tersebut mereka dituntut untuk memakai bahasa tersebut.
Kedua bahasa itu memang dianggap penting. Karena kedua bahasa itu dinilai sebagai bahasa internasional. Apalagi bahasa Inggris banyak digunakan oleh negara-negara di dunia.